Ass wr wb, salam sejahtera bagi semua pembaca blog ini.
Saya membuat blog ini dengan maksud agar kita, saya & pembaca blog ini, bisa berbagi pengalaman hidup, yang mungkin berguna bagi kita bersama.
Ada suatu peristiwa yang sangat menegangkan tapi merupakan kenangan yang sangat manis bagi saya. Terjadi di tahu 60an, ketika saya berusia kurang lebih 3th. Pada waktu itu kami; saya, bapak&ibu saya tinggal di Surabaya.
Suatu malam saya diajak bertamu ke rumah salah satu teman bapak, tidak tahu tepatnya dimana, karena saya masih sangat kecil.
Singkat cerita, sambil menunggu bapak & ibu ngobrol dengan pemilik rumah, saya bermain korek api, korek api jaman itu adalah korek api batang ( bukan korek api gas). Dibagian atas korek api itu tertempel kertas, merek korek api. Kertas itu saya kupas dari kotak, kemudian saya gulung bentuknya menjadi seperti sedotan kecil, kemudian saya tusuk-tusukkan kedalam hidung. Dalam proses ke-asyik-an menusuk-nusuk hidung, tiba-tiba bapak & ibu mengajak pulang. Terkejut dengan ajakan itu, kertas merek korek api tertinggal didalam hidung.
Saya menjadi panik...... tapi saya tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi kepada bapak & ibu, yang bisa saya katakan hanya : "ada KOREK API dihidung saya".
Bapak & ibu menjadi ikut panik, mereka berusaha melihat dan mengeluarkan korek api dari dalam hidung saya. Saya juga semakin panik, karena tidak menyangka bahwa, hanya sepotong kertas dihidung saya membuat semua orang panik, termasuk teman bapak, pemilik rumah.
Perasaan saya sangat galau...., saya berpikir bawa saya bisa mati oleh kertas didalam hidung, karena semua orang disekeliling saya sangat panik, sangat heboh......
Dengan segala usaha mereka mengeluarkan "KOREK API" dari dalam hidung saya, tapi karena malam hari, gelap, penerangan waktu itu tidak seperti sekarang, dan tidak adanya peralatan, maka mereka tidak berhasil..........bahkan keadaan semakin mencekam, penuh dengan kekhawatiran.
Saya sebetulnya secara fisik tidak menderita dengan "KOREK API" didalam hidung, tapi karena semua orang panik, maka saya menjadi sangat stress.....
Akhirnya diputuskan untuk membawa saya ke rumah sakit KARANG MENJANGAN, tentu saja hal ini membuat saya semakin stress, mendengar kata: rumah sakit, dokter, obat dan sejenisnya adalah hal yang paling tidak disukai oleh anak kecil, termasuk saya.
Kami ke rumah sakit naik becak, jaraknya cukup jauh, tambah stress karena perjalanan yang begitu lama. Sesampainya di rumah sakit, saya ingat betul, rumah sakit terlihat besar sekali dan sangat temaram, semakin terasa seolah ajal semakin dekat dengan saya.
Hal yang melegakan adalah ketika bertemu dengan dokter, ternyata dokternya santai saja, dan setelah diperiksa & diambil tindakan, ternyata hanya sepotong kertas kecil, yang membuat keadaan begitu heboh.
Beberapa tahun saya berusaha menghapus kejadian ini dari memori otak saya, karena sangat mencekam dan menakutkan, tapi kalau saya fikirkan lebih dalam, ternyata : terasa betapa bapak & ibu sangat menyayangi diri saya, hingga mereka begitu panik mendengar "KOREK API" masuk kedalam hidung saya.
Alangkah manisnya kenangan itu, mudah-mudahan pembaca juga punya kenangan yang lebih manis daripada kejadian diatas.
Sunday, November 30, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment