Wednesday, December 31, 2008

TAHUN BARU

Assalamualaikum wa rohmatullahi wa barokatuh!!!
Tahun 2008 sudah berlalu. Begitu cepat waktu berlalu, rasa penat belum hilang dalam mengarungi tahun 2008 yang sangat menyibukkan, menyita waktu, rasanya masih banyak hal yang belum terselesaikan, tetapi yahun 2009 tidak bisa tertahan, terus mendekat, menghampiri kita. Mengambil hari demi hari jatah kita hidup didunia ini.

Setiap detik, setiap menit,setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan bahkan setiap tahun umur kita diambil oleh waktu. Tahun 2008 berlalu, berarti setahun jatah hidup kita berkurang.

Selanjutnya timbul pertanyaan, apakah waktu satu tahun yang sudah berlalu itu, yang sudah mengambil satu tahun hidup kita itu, bermanfaat? Masih beruntunglah kita jika dalam waktu satu tahun itu, kita banyak berbuat hal yang bermanfa'at bagi diri kita masing-masing, bagaimana kalau ternyata manfa'atnya sedikit sekali bahkan tidak ada, sedangkan umur sudah berkurang, maka kita termasuk orang yang merugi.

Allah SWT menciptakan waktu, kemudian Beliau sangat menghormati ciptaanNya itu. Marilah kita lihat firmanNya dalam surah

سُوۡرَةُ العَصر

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
َٱلۡعَصۡرِ
إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِى خُسۡرٍ
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ بِٱلصَّبۡرِ وَتَوَاصَوۡاْ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Allah bersumpah dengan masa (waktu). Begitu tinggi derajat dimata Allah, dibanding ciptaan Allah yang lain. Maka kita sebagai salah satu hambaNya, kita juga wajib menghargai dengan derajat yang tinggi pula. Kali ini saya tidak akan mengulas bagaimana memperlakukan sang waktu di derajat yang tinggi, karena ulasannya akan panjang sekali. Saya hanya akan mengambil satu yang terpenting saja.

Diatas, kita menyinggung tentang keberuntungan kita, jika kita memakainya untuk manfa'at diri sendiri. Tetapi ada yang jauh lebih baik, bahkan boleh dikatakan paling TOP BGT, jika kita bisa memakai waktu untuk manfa'at mahluk lain. Untuk semua makhluk, apakah makhluk itu manusia, binatang, alam atau apa saja yang diciptakan oleh Allah SWT, kita harus bermanfa’at bagi mereka.
Suatu hal yang mudah dikatakan, tapi sulit dilaksanakan. Mudah-mudahan tulisan ini menjadi bekal pengingat untuk menapak tahun2009, amien.


Marilah kita sambut tahun 2009 dengan semangat berbuat lebih untuk makhluk Allah yang lain.

SELAMAT TAHUN BARU 1430H & 2009M

Wassalamu'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

Sunday, November 30, 2008

Marilah kita berbagi

Ass wr wb, salam sejahtera bagi semua pembaca blog ini.
Saya membuat blog ini dengan maksud agar kita, saya & pembaca blog ini, bisa berbagi pengalaman hidup, yang mungkin berguna bagi kita bersama.
Ada suatu peristiwa yang sangat menegangkan tapi merupakan kenangan yang sangat manis bagi saya. Terjadi di tahu 60an, ketika saya berusia kurang lebih 3th. Pada waktu itu kami; saya, bapak&ibu saya tinggal di Surabaya.
Suatu malam saya diajak bertamu ke rumah salah satu teman bapak, tidak tahu tepatnya dimana, karena saya masih sangat kecil.
Singkat cerita, sambil menunggu bapak & ibu ngobrol dengan pemilik rumah, saya bermain korek api, korek api jaman itu adalah korek api batang ( bukan korek api gas). Dibagian atas korek api itu tertempel kertas, merek korek api. Kertas itu saya kupas dari kotak, kemudian saya gulung bentuknya menjadi seperti sedotan kecil, kemudian saya tusuk-tusukkan kedalam hidung. Dalam proses ke-asyik-an menusuk-nusuk hidung, tiba-tiba bapak & ibu mengajak pulang. Terkejut dengan ajakan itu, kertas merek korek api tertinggal didalam hidung.
Saya menjadi panik...... tapi saya tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi kepada bapak & ibu, yang bisa saya katakan hanya : "ada KOREK API dihidung saya".
Bapak & ibu menjadi ikut panik, mereka berusaha melihat dan mengeluarkan korek api dari dalam hidung saya. Saya juga semakin panik, karena tidak menyangka bahwa, hanya sepotong kertas dihidung saya membuat semua orang panik, termasuk teman bapak, pemilik rumah.
Perasaan saya sangat galau...., saya berpikir bawa saya bisa mati oleh kertas didalam hidung, karena semua orang disekeliling saya sangat panik, sangat heboh......
Dengan segala usaha mereka mengeluarkan "KOREK API" dari dalam hidung saya, tapi karena malam hari, gelap, penerangan waktu itu tidak seperti sekarang, dan tidak adanya peralatan, maka mereka tidak berhasil..........bahkan keadaan semakin mencekam, penuh dengan kekhawatiran.
Saya sebetulnya secara fisik tidak menderita dengan "KOREK API" didalam hidung, tapi karena semua orang panik, maka saya menjadi sangat stress.....
Akhirnya diputuskan untuk membawa saya ke rumah sakit KARANG MENJANGAN, tentu saja hal ini membuat saya semakin stress, mendengar kata: rumah sakit, dokter, obat dan sejenisnya adalah hal yang paling tidak disukai oleh anak kecil, termasuk saya.
Kami ke rumah sakit naik becak, jaraknya cukup jauh, tambah stress karena perjalanan yang begitu lama. Sesampainya di rumah sakit, saya ingat betul, rumah sakit terlihat besar sekali dan sangat temaram, semakin terasa seolah ajal semakin dekat dengan saya.
Hal yang melegakan adalah ketika bertemu dengan dokter, ternyata dokternya santai saja, dan setelah diperiksa & diambil tindakan, ternyata hanya sepotong kertas kecil, yang membuat keadaan begitu heboh.
Beberapa tahun saya berusaha menghapus kejadian ini dari memori otak saya, karena sangat mencekam dan menakutkan, tapi kalau saya fikirkan lebih dalam, ternyata : terasa betapa bapak & ibu sangat menyayangi diri saya, hingga mereka begitu panik mendengar "KOREK API" masuk kedalam hidung saya.
Alangkah manisnya kenangan itu, mudah-mudahan pembaca juga punya kenangan yang lebih manis daripada kejadian diatas.

Tuesday, November 18, 2008

Ass Wr Wb.
Selamat datang di blog Donny Saptiono